Text
Moga Bunda Disayang Allah
Novel ini menceritakan kisah yang mengharukan tentang perjuangan dua tokoh utama dengan luka batin yang dalam: Melati, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang menderita kebutaan dan ketulian sejak usia tiga tahun, dan Karang, seorang pemuda yang terjebak dalam depresi dan rasa bersalah setelah kecelakaan tragis yang menewaskan 18 anak didiknya.
Melati, yang selama bertahun-tahun hidup dalam kegelapan dan keheningan, tumbuh menjadi anak yang frustasi dan sulit dikendalikan. Dunia seakan tertutup baginya. Orang tuanya sudah mencoba berbagai cara, tetapi tidak ada yang berhasil membantunya berkomunikasi dengan dunia luar.
Di sisi lain, Karang yang dulunya penuh semangat kini menjadi pemuda pemabuk yang kehilangan tujuan hidup. Takdir mempertemukan Karang dengan keluarga Melati. Awalnya, Karang menolak untuk menjadi guru Melati, tetapi desakan dari ayah Melati akhirnya membuat dia menerima tantangan tersebut. Metode pengajaran yang kasar dan tanpa harapan di awal perlahan berubah. Melalui kesabaran dan kepekaan, Karang mulai menemukan cara unik untuk berkomunikasi dengan Melati, yaitu melalui sentuhan dan air.
Melalui perjuangan Melati untuk mengenal dunia dan Karang untuk berdamai dengan masa lalunya, novel ini menyajikan pesan mendalam tentang kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya bersyukur. "Moga Bunda Disayang Allah" bukan hanya kisah tentang seorang anak yang berhasil keluar dari keterbatasannya, tetapi juga tentang bagaimana sebuah keikhlasan dan kasih sayang bisa menyembuhkan luka yang paling dalam.
Tidak tersedia versi lain